Live Chat

YM 1   
YM 2   

KANTOR PUSAT

Gedung Dana Pensiun - Bank Mandiri Lt 3 A 
Jl. Tanjung Karang No. 3-4 A 
Jakarta 10230 - Indonesia 

Telp : 021 - 3148331
    021 - 3913640
Fax : 021 - 3927668
E-mail : corsec@primarindo.com

 

PABRIK

Jl. Raya Ranca Bolang No.98

Gadebage-Bandung

Indonesia

Telp   : 022-756-0555

Fax    : 62-22-756-2406

Good Corporate Governance > PENGELOLAAN RESIKO

PENGELOLAAN RISIKO

Salah satu unsur dalam menunjang pelaksanaan tata kelola perusahaan adalah pengelolaan risiko yang dapat mempengaruhi pencapaian tujuan perusahaan yang telah ditetapkan. Manajemen perusahaan melakukan identifikasi serta perkiraan kemungkinan munculnya potensi risiko beserta dampaknya dan diikuti dengan penentuan tingkat risiko  tersebut. Kemudian menelaah kecukupan pengendalian intern dalam mengurangi dampak dari risiko yang sudah diidentifikasi serta menyusun rencana untuk meningkatkan pengendalian risiko yang dirasakan belum efektif.

Sebagai perusahaan yang bergerak dibidang produksi dan perdagangan produk-produk alas kaki untuk melayani permintaan pasar dalam negeri dan luar negeri, Perseroan menghadapi risiko yang timbul baik dari internal maupun eksternal.

 

Kondisi Ekonomi

Permintaan terhadap sepatu memiliki korelasi yang kuat terhadap kondisi ekonomi nasional, regional maupun global. Untuk mengantisipasi perubahan kondisi ekonomi yang terjadi, Perseroan selalu berusaha mengikuti perkembangan informasi terkini dan kemudian melakukan langkah-langkah yang diperlukan.

 

Risiko Pasar

Risiko pasar untuk penjualan sepatu ekspor mencakup antara lain fluktuasi nilai tukar valuta asing, penerapan tariff untuk melindungi produk setempat, situasi politik yang tidak pasti, biaya adaptasi dan komunikasi yang mahal, dan hambatan perdagangan lainnya.

Risiko pasar untuk penjualan domestik lebih kepada melemahnya daya beli pasar.  Karakteristik produk sepatu termasuk dalam kebutuhan tersier, dan menjadi urutan kesekian dalam setiap alokasi dana konsumen. Lemahnya harga beberapa komoditi ekspor yang berasal dari perkebunan dan pertambangan serta kenaikan harga berbagai kebutuhan pokok lainnya sangat berpengaruh terhadap pasar sepatu karena mengurangi daya beli pasar.

Berbagai langkah telah dilaksanakan oleh Perseroan untuk dapat meningkatkan penjualan, antara untuk penjualan ekspor melalui negosiasi peninjauan harga secara berkala dengan pihak buyer, dan untuk pasar lokal antara lain melalui inovasi desain-desain baru dan peningkatan efisiensi agar dapat menekan biaya produksi.

 

Risiko Rantai Pasokan (Supply Chain Risk)

Rantai Pasokan adalah serangkaian aktivitas sejak dari bahan baku dan komponen produksi lainnya sampai menjadi produk akhir yang diserahkan ke konsumen. ketika satu tahapan dari rantai pasokan tersebut tidak dapat berjalan dengan baik, maka seluruh rantai pasokan akan terganggu, yang pada akhirnya akan berakibat pada menurunnya pendapatan, meningkatnya biaya, dan merusak reputasi bisnis dan kepercayaan konsumen.

Secara umum, risiko rantai pasokan terbagi dua jenis:

  • Risiko Rantai Pasokan Eksternal, antara lain:
  1. Risiko Permintaan, yang disebabkan oleh kesalahan memperkirakan selera dan permintaan pasar;
  2. Risiko Pasokan, yang disebabkan oleh adanya gangguan terhadap aliran produk di dalam rantai pasokan;
  3. Risiko Lingkungan, yang terkait dengan kondisi sosial, ekonomi, pemerintahan dan iklim;
  4. Risiko Bisnis, yang disebabkan oleh faktor-faktor seperti kestabilan kondisi keuangan pemasok, penualan/pembelian perusahaan supplier, dsb.
  5. Risiko Fisik Pabrik, yang disebabkan antara lain oleh kondisi fasilitas pabrik supplier, dan tingkat kepatuhan supplier kepada peraturan.
  • Risiko Rantai Pasokan Internal, antara lain:
  1. Risiko Produksi, yang disebabkan oleh gangguan pada proses produksi;
  2. Risiko Bisnis, yang disebabkanm oleh perubahan personal inti, manajemen, struktur laporan, dan proses bisnis.
  3. Risiko Perencanaan dan Pengawasan, yang disebabkan oleh perencanaan dan pengawasan yang tidak memadai karena tidak efektifnya fungsi manajemen.

Pengelolaan risiko-risiko tersebut di atas bisa dilakukan dengan melakukan antisipasi atas risiko-risiko yang mungkin terjadi, meminimalisir kemungkinan terjadinya risiko dimaksud, serta merencanakan penanganan yang harus dilakukan apabila risiko yang tidak dikehendaki tersebut terjadi. Dengan pengelolaan risiko yang baik, kerugian yang ditimbulkan dapat diminimalisir.